✨ RPP PAUD Berbasis Bermain, STEAM, dan Loose Parts ✨
1Capaian Pembelajaran
1. Nilai agama dan budi pekerti: anak menunjukkan rasa syukur, peduli, sabar menunggu giliran, dan bertanggung jawab terhadap alat main.
2. Jati diri: anak percaya diri memilih bahan, menyampaikan ide, bekerja sama, serta menjaga keselamatan saat bermain.
3. Dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni: anak mengamati, membandingkan, menghitung, mengelompokkan, merancang, membangun, menguji, memperbaiki, dan menceritakan karya.
2Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan bermain bertema 'Lingkunganku - Benda di sekitar anak', anak diharapkan mampu:
1. Mengamati bahan loose parts dan menyebutkan minimal 2 ciri benda seperti bentuk, ukuran, warna, tekstur, atau jumlah.
2. Memilih bahan secara mandiri sesuai ide karya yang ingin dibuat.
3. Merancang dan membangun karya sederhana terkait topik 'Membuat taman impian dari loose parts'.
4. Mencoba, memperbaiki, dan menjelaskan cara kerja/kegunaan karya dengan bahasa anak.
5. Menunjukkan sikap bekerja sama, peduli, sabar, bertanggung jawab, dan membereskan alat main.
3Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan berakhlak mulia; mandiri; bernalar kritis; kreatif; bergotong royong; berkebinekaan global melalui kegiatan bermain, diskusi, dan apresiasi karya teman.
4Pemetaan STEAM
SainsAnak mengamati sifat bahan, tekstur, berat-ringan, kuat-lemah, tenggelam-terapung bila memungkinkan, serta perubahan posisi benda saat disusun atau digabung.
TeknologiAnak menggunakan alat sederhana secara aman, seperti gunting anak, lem, spidol, penjepit, atau kamera HP guru untuk mendokumentasikan proses dan hasil karya.
RekayasaAnak membuat rancangan sederhana, menyusun bahan, menguji apakah bangunan/karya berdiri kuat, lalu memperbaiki susunan jika roboh atau belum sesuai ide.
SeniAnak menata warna, bentuk, pola, garis, dan hiasan dari bahan loose parts agar karya tampak menarik serta memiliki cerita.
MatematikaAnak menghitung jumlah bahan, membandingkan ukuran, mengurutkan benda, membuat pola, mengenal bentuk geometri, dan menggunakan istilah posisi seperti di atas, di bawah, dekat, jauh, panjang, pendek.
5Alat dan Bahan
alas kerja, lem aman anak, gunting anak, spidol, kertas gambar, keranjang bahan, kamera HP untuk dokumentasi
6Loose Parts
batu kecil, tutup botol, stik es krim, kardus bekas, daun kering, kancing, sedotan, kain perca
7Invitation to Play / Provokasi
Guru menata invitation to play berupa beberapa keranjang loose parts: batu kecil, tutup botol, stik es krim, kardus bekas, daun kering, kancing, sedotan, kain perca. Di tengah meja/karpet guru menaruh gambar/miniatur yang berhubungan dengan 'Membuat taman impian dari loose parts'. Guru memberi kalimat provokasi: 'Kira-kira karya apa yang bisa kita buat dari bahan-bahan ini? Bagaimana caranya agar karya kita kuat dan menarik?'
8Pertanyaan Pemantik
1. Bahan apa yang paling kamu sukai? Mengapa?
2. Apa yang ingin kamu buat dari bahan-bahan ini?
3. Bagaimana caranya agar karya kamu tidak mudah roboh/rusak?
4. Berapa banyak bahan yang kamu pakai?
5. Apa cerita dari karya yang kamu buat?
9Kegiatan Pembukaan
1. Guru menyambut anak, berdoa, bernyanyi, dan mengecek kesiapan anak.
2. Guru mengajak anak bercakap-cakap tentang pengalaman terkait 'Lingkunganku' dalam konteks kehidupan sehari-hari anak di rumah dan sekolah.
3. Guru memperkenalkan topik 'Membuat taman impian dari loose parts' melalui gambar, benda nyata, cerita singkat, atau tanya jawab.
4. Guru menyampaikan aturan main: memilih bahan secukupnya, berbagi, menggunakan alat dengan aman, tidak memasukkan benda ke mulut, dan membereskan kembali.
10Kegiatan Inti
Tahap Eksplorasi:
- Anak mengamati, menyentuh, membandingkan, mengelompokkan, dan menghitung bahan loose parts.
- Guru mendampingi dengan pertanyaan pemantik tanpa terlalu cepat memberi contoh jadi.
Tahap Perencanaan dan Pembuatan Karya:
- Anak memilih bahan sesuai minat: membangun, menyusun, bercerita, menggambar, dan bermain peran.
- Anak membuat rancangan melalui gambar sederhana, susunan awal, atau cerita lisan.
- Anak membangun karya menggunakan bahan: batu kecil, tutup botol, stik es krim, kardus bekas, daun kering, kancing, sedotan, kain perca.
Tahap Uji Coba, Perbaikan, dan Presentasi:
- Anak mencoba apakah karya sudah sesuai ide, kuat, seimbang, atau dapat digunakan untuk bermain peran.
- Anak memperbaiki karya bila belum sesuai.
- Anak menceritakan nama karya, bahan yang dipakai, jumlah bahan, kesulitan, dan perasaannya.
11Kegiatan Penutup
1. Anak dan guru melakukan galeri karya sederhana.
2. Guru memberi apresiasi pada proses anak, bukan hanya hasil akhir.
3. Anak menyampaikan perasaan: senang, sulit, bangga, ingin mencoba lagi, atau butuh bantuan.
4. Anak bersama guru membereskan alat dan bahan.
5. Guru menutup kegiatan dengan doa dan pesan menjaga lingkungan serta memanfaatkan benda sekitar secara kreatif.
12Diferensiasi
1. Anak yang membutuhkan dukungan diberi pilihan bahan lebih sedikit, contoh pertanyaan sederhana, atau pendampingan saat menyusun.
2. Anak yang sudah berkembang diberi tantangan menambah fungsi, membuat pola, menghitung lebih banyak bahan, atau menjelaskan proses lebih rinci.
3. Anak bebas memilih cara mengekspresikan ide: membangun, menggambar rancangan, bercerita, bermain peran, atau bekerja berpasangan.
13Asesmen Observasi / Checklist
Checklist observasi:
[v ] Anak memilih bahan secara mandiri.
[v ] Anak mengamati dan menyebutkan ciri bahan.
[ v] Anak menghitung/mengelompokkan/membandingkan bahan.
[ ] Anak merancang dan membangun karya.
[ ] Anak mencoba dan memperbaiki karya.
[ ] Anak menceritakan proses/hasil karya.
[ ] Anak bekerja sama dan membereskan alat.
14Catatan Anekdot
Catatan anekdot diisi guru saat menemukan perilaku bermakna, misalnya: anak memiliki strategi baru, menolong teman, mencoba berkali-kali, menyampaikan alasan pemilihan bahan, atau menunjukkan perkembangan bahasa, motorik, sosial-emosional, sains, matematika, dan kreativitas.
15Hasil Karya / Portofolio
Dokumentasi hasil karya dapat berupa foto proses, foto karya akhir, rekaman cerita anak, gambar rancangan, atau potongan karya yang ditempel pada portofolio. Guru menuliskan komentar singkat tentang proses berpikir anak.
16Rubrik Perkembangan
BB: Anak masih membutuhkan banyak bantuan untuk memilih bahan, mengikuti aturan, atau menyampaikan ide.
MB: Anak mulai memilih bahan dan membuat karya dengan bantuan/pengingat dari guru.
BSH: Anak mampu memilih bahan, membuat karya, mencoba, dan menceritakan proses secara sederhana.
BSB: Anak mampu mengembangkan ide, memperbaiki karya, membantu teman, serta menjelaskan alasan, jumlah, bentuk, atau fungsi karya dengan lebih rinci.
17Tindak Lanjut
1. Anak yang belum tertarik akan diajak bermain dalam kelompok kecil dengan bahan yang lebih familiar.
2. Anak yang sudah berkembang diberi proyek lanjutan membuat karya lebih kompleks atau kolaboratif.
3. Guru dapat mengajak orang tua menyediakan loose parts aman dari rumah, seperti tutup botol bersih, kardus, kain perca, daun kering, atau sedotan bekas.
18Refleksi Guru
Guru merefleksikan: apakah invitation to play sudah menarik, apakah bahan cukup aman dan bervariasi, apakah pertanyaan guru mendorong anak berpikir, apakah semua anak mendapat kesempatan, serta bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya.
★ Belajar menyenangkan, tumbuh bahagia, bersama AI untuk PAUD yang lebih baik ★
Mengetahui,
Kepala Sekolah
hosniyah
Guru Kelas
shofi